1. Manfaatkan Panorama: Transformasi Gampong Pulo Rungkom Lewat Teknologi
Serba Serbi Langsa Manfaatkan Panorama Gampong Pulo Rungkom di Kabupaten Aceh Utara menjadi percontohan nasional dalam penerapan desa wisata berbasis digital. Berbekal pelatihan dari relawan teknologi dan dukungan startup lokal, desa ini membangun platform informasi wisata sendiri, meliputi pemesanan homestay, jadwal budaya, hingga marketplace produk UMKM.
Kini, wisatawan bisa menikmati paket “Live Like Local” yang mengajak tinggal di rumah warga dan belajar membatik, membuat kerajinan dari pandan, atau memasak gulai khas Aceh. Kepala Desa menyebut, “Teknologi memperpendek jarak kami ke wisatawan dunia.”
2. Desa Wisata Berbasis Edukasi: Menelusuri Jejak Tsunami di Gampong Lampulo
Gampong Lampulo, Banda Aceh, sukses mengembangkan wisata edukasi bencana berbasis lokal. Bangkai kapal nelayan yang terseret tsunami 2004 dan kini bertengger di atas rumah warga menjadi ikon wisata.
Mereka mengemas cerita warga penyintas dalam “tur pemandu warga” yang edukatif dan menyentuh. Desa ini juga bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk menjadikan lokasi sebagai laboratorium bencana bagi mahasiswa. Hasilnya? Pendapatan desa naik 2x lipat dan 40% anak muda kini bekerja di sektor pariwisata.

Baca Juga: Prabowo Optimis Ekonomi RI Masuk 5 Besar Dunia
3. Ekowisata dan Rehabilitasi Mangrove di Desa Kuala Langsa
Desa Kuala Langsa mengombinasikan pariwisata dan pelestarian alam. Sejak 2023, warga bekerja sama dengan NGO lingkungan menanam ribuan bibit mangrove dan membuka wisata susur sungai.
Pengunjung tak hanya menikmati pemandangan hijau, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan tanam mangrove, membuat sabun dari daun mangrove, dan menyaksikan burung migran. Kepala desa menegaskan, “Ekowisata bukan sekadar tempat selfie, tapi juga warisan ekologi untuk anak cucu.”
4. Wisata Budaya: Gampong Tanjong Teungoh Bangkitkan Tradisi Peudeung
Gampong Tanjong Teungoh di Aceh Barat mengangkat warisan budaya peudeung (pedang tradisional Aceh) dalam bentuk wisata budaya. Mereka menggelar festival tahunan “Peudeung Heritage Week” yang menampilkan parade seni, pertunjukan silat, hingga lomba tempa besi.
Bengkel-bengkel peudeung kembali hidup, dan generasi muda pun dilatih menempa. Kini, desa ini masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2025 kategori wisata budaya.
5. Manfaatkan Panorama: Gampong Tanjung Mulia Libatkan Difabel dalam Ekonomi Desa
Gampong Tanjung Mulia di Aceh Tengah mengambil langkah luar biasa dengan menciptakan model wisata inklusif. Mereka melatih pemuda difabel untuk menjadi pemandu wisata dan pengelola informasi desa. Salah satu pemandu tunanetra mengatakan, “Saya bangga bisa mengenalkan kampung sendiri pada orang luar





