1. Mendaftar Sejak Kecil: “Berhaji di Usia Muda, Kakak Beradik Asal Pidie Nikmati Setiap Langkah di Tanah Suci”
Serb Serbi Langsa Mendaftar Sejak Kecil Di tengah suhu menyengat musim haji yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, dua kakak-beradik asal Teupin Raya, Pidie, justru tampak aktif dan bersemangat menjalani ibadah. Al Afdhalul Muktabarullah (24) dan adiknya Munadhilatul Asyi (21) adalah contoh nyata nikmatnya berhaji di usia muda.
Tergabung dalam kloter 8 embarkasi Aceh, keduanya tak segan berjalan kaki hampir 2 km dari hotel di Misfalah menuju Masjidil Haram, meski tersedia bus shalawat.
“Rasanya sangat bersyukur bisa haji saat muda. Kami masih kuat, bisa beribadah lebih banyak,” ujar Afdhalul.
Berbeda dengan mayoritas jemaah lansia yang memilih tetap di hotel pada siang hari, mereka justru memanfaatkan momen langka ini untuk beribadah sebanyak-banyaknya, termasuk salat berjamaah langsung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
2. Artikel Opini Keagamaan: “Haji di Usia Muda, Investasi Spiritual Jangka Panjang”
Kisah Afdhalul dan Munadhilatul, kakak beradik asal Pidie yang berangkat haji di usia muda, menjadi pengingat bahwa ibadah haji tak harus selalu menunggu usia tua. Justru, di masa muda, saat fisik masih kuat dan semangat ibadah tinggi, haji bisa dijalankan dengan lebih optimal.
Berangkat haji di usia 20-an memungkinkan seseorang tidak hanya menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga menyerap pengalaman spiritual secara mendalam tanpa terlalu dibatasi oleh kondisi fisik.
Di tengah teriknya suhu Arab Saudi, mereka tetap melangkah ke Masjidil Haram, bahkan ketika banyak jamaah memilih beristirahat. Ini menjadi bukti bahwa ibadah yang dilakukan dengan kekuatan muda bisa lebih khusyuk dan maksimal.
Sudah saatnya budaya “menunggu tua baru haji” bergeser ke paradigma baru: persiapkan sejak dini, nikmati ibadah sepenuhnya.

Baca Juga: Komplotan Pencuri Kambing di Aceh Utara Ternyata di Bawah Pengaruh Sabu, Satu Tersangka Masih Buron
3. Mendaftar Sejak Kecil: “Dari Pidie ke Tanah Suci: Afdhal dan Muna, Role Model Haji Milenial”
Berangkat ke Tanah Suci mungkin menjadi impian sebagian besar umat Islam. Tapi bisa berhaji di usia 21 dan 24 tahun? Itu luar biasa! Itulah yang dialami Afdhalul Muktabarullah dan Munadhilatul Asyi, kakak-adik asal Teupin Raya, Pidie, yang tergabung dalam kloter 8 embarkasi Aceh.
Bukan hanya soal berangkat muda, tapi juga bagaimana mereka menikmati ibadah haji sepenuhnya. Meski suhu siang di Mekkah bisa melebihi 40°C, mereka tetap berjalan kaki dari hotel ke Masjidil Haram untuk salat berjamaah.
“Kalau muda, fisik masih kuat. Mau ibadah berkali-kali juga sanggup,” ujar Muna dengan senyum.
Kisah mereka viral di antara sesama jamaah karena tetap aktif saat yang lain memilih istirahat. Ini jadi bukti bahwa generasi muda juga bisa jadi panutan dalam urusan ibadah.
Mereka membuktikan bahwa haji bukan soal usia, tapi kesiapan dan niat kuat. Dan untuk remaja atau pemuda lain, kisah ini bisa jadi motivasi: berani bermimpi besar, bahkan untuk hal sebesar menunaikan haji.





